Mungkin hati kecil Anda bertanya, “Di mana saya bisa menemukan sosok Mursyid Kamil Mukammil yang memiliki Basirah dan Dzauq ini di zaman sekarang?”
Jawabannya ada pada ketulusan pencarian Anda. Ada sebuah kaidah spiritual yang berbunyi: “Ketika murid siap, Guru akan datang.”
Tugas Anda bukanlah berkeliling dunia menyeleksi para ulama dengan kaca pembesar, menilai siapa yang punya Basirah dan siapa yang tidak. Itu adalah bentuk kesombongan terselubung. Tugas Anda adalah memperbaiki diri, meluruskan niat (Shidqu at-Tawajjuh), dan merintih memohon kepada Allah:
“Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasih-Mu yang bisa membimbingku kepada-Mu. Tunjukkanlah padaku siapa dokter yang bisa menyembuhkan penyakit hatiku.”
Jika niat Anda tulus (shadiq), Allah—Yang Maha Mengetahui kebutuhan hamba-Nya—pasti akan menuntun langkah Anda, atau menggerakkan langkah Sang Guru, untuk bertemu di satu titik persimpangan takdir yang indah. Hingga saat itu tiba, jadikanlah ilmu syariat sebagai tongkat pegangan, dan perbanyaklah shalawat kepada Rasulullah SAW, sang Mursyid Agung bagi seluruh alam semesta.
Sebab, Mursyid yang sejati hanyalah perpanjangan tangan, cermin, dan bayang-bayang dari cahaya Rasulullah SAW. Siapa yang menemukan Mursyid sejati, sesungguhnya ia telah menemukan jalan tersambung menuju Nabi-nya.
Dapatkan edisi lengkapnya di Buku: Suluk Jalan Ruhani Menuju Allah
